Endang Yuni Purwanti – Blog

Ramadhan & Gunung Salak

July 31st, 2013 · No Comments

Salak1

Sejak lama, pemandangan Gunung Salak – Halimun (sampai saat ini belum bisa bedain yang mana puncakan Gunung Salak, yang mana Gunung Halimun) dengan puncakannya yang menawan membuat terkagum-kagum.. Masya Allah, indah.¬† Selain, Gede Pangrango, Gunung Salak termasuk¬† salah satu gunung yang masuk My Bucket List untuk didaki. Namun, tidak seperti Gede Pangrango yang hampir tiap pekan ada saja teman yang nanjak kesana, Gunung Salak termasuk yang jarang dibuat trip, apalagi open trip. Hingga pertemuan tidak sengaja dengan Irwadi, ketika turun Pangrango April lalu membuka jalan untuk mereaslisasikan salah satu My Bucket List itu. Ajakan saya untuk mendaki Gunung Salak ternyata disambut dengan baik, hooreeee… hingga akhirnya 5 Mei 2013 bisa menginjakan kaki di Puncak 1 Gunung Salak.

Gunung Salak itu ‘cuma’ 2211 mdpl, dibandingkan gunung lain yang lebih tinggi seperti Gede (2958 mdpl), Merapi (2968 mdpl), Pangrango (3017 mdpl), Ciremai (3078 mdpl), Merbabu (3145 mdpl), Sumbing (3371 mdpl), Slamet (3428 mdpl).. Tapi medan dan perjalanannya ga kalah seru dengan gunung diatas 3000 mdpl. Dan hari ini, tiap melihat puncakan Salak, terucap syukur bahwa pernah menjejakkan kaki di salah satu puncakannya dengan seru ^.^

Lalu, apa hubungannya Ramadhan & Gunung Salak?
Hubungannya baik-baik saja hehehee.. Hubungannya adalah Ramadhan dan Salak itu sama, ia akan sangat berkesan ketika kita mengenalnya, ketika punya konektifitas padanya. Hari ini ketika langit cerah, dan puncakan Salak indah terpampang di depan mata itu sesuatu yang luar biasa bagi saya, ada sebuah jejak perjalanan disana. Sering kali saya terhenti sejenak untuk melihatnya lebih lama, benar-benar ingin menikmati keindahan pemandangannya, terutama dari depan Rektorat, jadi jangan heran jika ketika langit cerah dan puncakan Salak begitu mempesona, saya akan bergumam senyum-senyum ga jelas memandanginya heheheheee

Begitupun dengan Ramadhan. Kita akan begitu menikmati tiap detiknya mana kala meresapi tiap saat didalamnya. Ramadhan menjadi istimewa saat keindahan yang bisa kita lihat. Tulisan” Ramadhan yang penuh berkah, penuh ampunan”, akan lain di hati ketika kita memaknainya dengan kesungguhan ikhtiar meraihnya.

Ramadhan tinggal 1/3 bagian. Jika ia gunung salak, mudah-mudahan kita tlah mencapai titik 40HM, sehingga tinggal 10 HM menuju puncaknya. Akan sangat sayang, jika sudah 2/3 perjalanan dan perbekalan masih banyak, waktu masih luang, namun kita tidak meneruskan perjalanan hingga puncak. Ayo di sisa waktu yang ada, kita raih puncak Ramadhan.. ^.^

 

Tags: Uncategorized