Endang Yuni Purwanti – Blog

Membaca Pesan Jejak Gunung Padang ^.^

May 19th, 2014 · No Comments

2
Berawal dari Status, Berakhir di Elf Monster..
Yup, trip saya kali ini berawal dari status fesbuknya seorang teman (Sofi) yang bercerita akan nge-trip ke Situs ini. Diawali ikut memberi komentar, hingga akhirnya jadilah salah satu peserta tripnya Sofi dkk ke Situs Megalitikum Gunung Padang ini 24 November 2013 tahun lalu.Ā  Situs Gunung Padang adalah salah satu tempat trip yang sudah lama terdengar tapi belum pernah terjajaki. Heboh di media tentang Situs tersebut membuat semangat tersendiri, karena dari lokasi tidak terlalu jauh dan juga tidak memakan waktu lama. Yuk ah kita ngetrip..
Janjian dengan dua orang teman yang juga ikut serta trip ini di depan Gedung Alumni IPB, akhirnya kita berangkat bareng ke Terminal Kampung Rambutan. Sementara menunggu tim lengkap, ngobrol diskusi santai sambil menikmati hangatnya sekoteng di depan terminal menjadi kenikmatan tersendiri.
Perjalanan menggunakan kendaraan umum ke Situs Megalitikum Gunung Padang relatif mudah :
* Dari terminal Kp.Rambutan naik bis jurusan Cianjur (jika tidak salah namanya Narita, bis 3/4, @24rb). Turun di Terminal Jebrot (Pasir Hayam). Jika berangkat jam 11 malam, jam 3-4 pagi dah sampai.
*Dari Jebrot, kita bisa nyarter angkot yang akan digunakan seharian ke beberapa tempat di Cianjur. Tim kami kemarin nyarter 1 angkot dengan harga 300rb.

Hal penting yang perlu diperhatikan, jika kita dari arah Jakarta, kearah Cianjur itu lewat jalur puncak bisa kena macet tiada ampun atau pun buka tutup jalur. Jadi lebih aman nyaman, jika berangkatnya tengah malam dari Kp. Rambutan. Tidur bisa di bis selama perjalanan., sehingga pagi-pagi subuh sudah nyampe Cianjur.
Kemudian hal lain yang perlu diingat, adalah kondisi jalan ke Situs Gunung Padang dan Curug Cikondang itu kagak mulus-mulus amat alias berbatu banget, jika mencarter angkot, pilihlah angkot yang ‘kuat dan sehat’. Kalo ga, ya kepaksa naik turun angkot karena angkotnya kagak kuat nanjak.. šŸ™ Begitu pun jika menggunakan kendaraan pribadi, pastikan kendaraan yang digunakan cocok untuk medan berbatu.
—-
1
Kabut Pagi Gunung Padang..
Suasana masih teramat pagi ketika kami sampai di Situs Gunung Padang. Anggota tim langsung melipir ke mushola dan toilet terdekat. Setelah salat subuh,tim beranjak ke loket situs yang ternyata belum buka. Kesuen alias kepagian hehehehehee Tapi ya, selalu ada jalan keluar.. eh jalan masuk.. Bapak petugasnya memberi ijin sekaligus jadi ‘guide’ kita ke Situs. Tentu ya kita tetep bayar tiket setelah loketnya buka nanti..
Karena masih teramat pagi, kabut masih menyelimuti Gunung Padang saat kami menapakinya. Kabut pagi yang menambah kesyahduan menapaki sepenggal sejarah masa lalu.. aih.. Awalnya kabut itu agak ganggu ya, karena pemandangan sekitarnya tidak terlihat. Namun setelah agak lama, justru kabut itu melengkapi ritmis jejak sejarah yang terhampar di depan kami saat itu.
Jejak yang tertinggal, atau sengaja ditinggalkan. Jejak belum terpastikan entah bermuara dimana. Jejak yang misterinya hingga detik ini belum terkuak. Mulai sok puitis kan.. hehheheheĀ  Tapi beneran deh ya, bebatuan berbentuk persegi lima, dengan susunannya yang begitu rupa, membentuk tanda tanya besarĀ  : sejarah apa yang terpendam di situs ini. Baca di Kompasiana, berdasarkan penelitian usia dengan metode karbon, diyakini bahwa Situs Megalitikum Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, berusia lebih dari 10,000 tahun, yang artinya situs ini dibangun lebih lama dari Piramid Giza dan bahkan Spinx. Wah.. apa kagak bakalan berubah tuh sejarah peradaban manusia???
Curug Cikondang
Menyibak keindahan Curug Cikondang
Sekalian ke Cianjur, kami mampir ke Curug Cikondang. Sekitar jam 11-an kami sampai di Curug ini, setelah melintasi kebun teh milik PTPN VIII dengan naik turun angkot karena angkotnya kagak cukup ‘kuat dan sehat’ melawan kondisi jalan yang rusak cukup parah. Tiket masuknya Rp.5.000/orang.Sebenarnya, dilihat dari diameternya, curug ini lebih lebar dari curug pada umumnya, cukup cantik.. Tapi ya, karena sebelumnya saya melihat ada gelondongan penambangan (emas?) di sekitar atas curug, saya memilih tidak ikut serta menceburkan diri ke kolam di bawah air terjun..
—-
Sore sudah menjelang malam saat kami akhirnya kembali ke Terminal Jebrot/Pasir Hayam. Lapar melanda, kami pun sepakat menunggu hujan reda sambil mengisi perut yang sudah kelaparan. Pas banget, hujan deras mengiringi suapan demi suapan makan kami. Sejuk dan tentram. Hujan pun membawa ritmis tersendiri saat hati menikmatinya..
Hujan sudah reda, kami pun segera beranjak ke kota asal masing-masing. Teman-teman dari Jakarta memilih naik bis jurusan Cianjur-Jakarta, sedangkan kami berempat dari Bogor naik elf monster jurusan Bogor. Kenapa dibilang monster karena itu elf suka amat banget ama kecepatan dan ga kenal tikungan. Jadi pun di jalan tikungan dia anggap aja jalan lurus kagak pake ngerem..Ā  Elf monster ini bisa jadi salah satu wahana transportasi yang wajib dicoba untuk penyuka tantangan..^.^
Beruntunglah tepar saya berlanjut, kantuk menjadi solusi tersendiri naik elf ini. Karena histeria naik elf ga terasa dalam mimpi saya hehehheeSekitar jam 7 malam kami sudah sampai di Tugu Kujang Bogor, alhamdulillah selamet semua ya.. Fiuuh.. trip seharian akhirnya terselesaikan ^.^
—-
—-
Situs Gunung Padang meninggalkan jejak masa lalu, yang hingga saat ini masih memunculkan banyak pertanyaan.
Situs ini mengingatkan pada sebuah peribahasa, “gajah mati meninggalkan gading, macan mati meninggalkan belang”.
Lalu, bagaimanakah kita nanti?
Apakah yang akan dikenang oleh mereka yang kita tinggalkan??
Akankah mereka mengingat kita sebagai teman kerja yang mengingatkan kebaikan?
Akankah kita dikenal sebagai staf yang dedikasinya luar biasa?
Akankah kita diingat sebagai pemimpin yang kinerjanya luarbiasa?
Akankah kita dikenal sebagai seorang profesional yang memberikan yang terbaik bagi institusi tanpa mengenal kepentingan pribadi, keluarga ataupun teman dekat?
Akankah kita dikenang sebagai pencetus ide-ide cemerlang yang meningkatkan efektifitas dan efisiensi organisasi?
Waktu akan berlalu. Orang akan berganti. Hanya kerja nyata luar biasa yang meninggalkan jejak di hati dan di fikiran setiap orang..
—-
*jiaah… ini repost catper efbe kok ending-nya kemana-mana heheheheheĀ  ^.^

 

Ā 

Tags: Uncategorized