Endang Yuni Purwanti – Blog

Menggapai Atap Sulawesi 3478 mdpl

June 9th, 2015 · No Comments

10584036_10205584470364430_4508259791109679530_n

Kadang ada beberapa hal yang terjadi begitu saja, tanpa direncanakan jauh-jauh hari. Begitupun perjalananku ke tanah Sulawesi pada bulan Mei kemarin. Hanya berawal dari mengikuti obrolan di grup, akhirnya tertarik untuk ikut menjelajahi Gunung Latimojong, salah satu gunung tertinggi di Indonesia yang sebenarnya tidak masuk “100 My Bucket List”.

Bagi saya sendiri, Latimojong agak asing dibandingkan dengan gunung-gunung lain di Indonesia. Ya jika dibandingkan dengan Kerinci di Sumatera ataupun Rinjani di Nusa Tenggara Barat, saya lebih sering baca ittinery perjalanan ke dua gunung tersebut, dibanding Latimojong.

Ya bermula dari chat di awal April 2015, kemudian mencari kemungkinan ijin cuti kerja, dapat lampu hijau ijin cuti, siip.. mulai searching tiket, alhamdulillah semuanya dimudahkanNya. Akhirnya jadilah menapakan kaki di Sulawesi.

Bicara tentang Sulawesi, khususnya Makassar, seperti ada kenangan sendiri tentang kota itu. Hampir saja menjadi warga Makassar ketika beberapa tahun lalu pernah lulus tes CPNS di suatu instansi dengan penempatan di Makassar, tapi karena satu dan lain hal, akhirnya tidak diambil hehehheee… Karenanya, perjalanan ke Makassar kali ini seperti melakukan sesuatu yang tertunda.. :)

Seperti biasa, sebelum nanjak ke suatu gunung, biasanya saya akan mencari berbagai referensi catatan perjalanan ke gunung tersebut, jika ada peta topografisnya juga.  Tapi ya, sekarang ambil cuti juga berarti harus menyelesaikan semua PR mendesak sebelum cuti, biar bisa cuti dengan damai dan tidak membebani orang lain di kantor. Siip mari kita mulai menikmati Latimojong.. ^.^

 

***

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Latimojong : Akar, Lumut dan Jurang.. juga sinyal :)

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Akar..

Jelajahilah gunung hutan dengan damai, tanpa terburu waktu, tanpa terkoneksi jaringan internet, hingga tiap langkah yang kau jejakan akan kau nikmati. Begitupun dengan Latimojong yang tracknya diawali kebun kopi penduduk, dilanjutkan track penuh akar-akar pepohonan. Dari landai, melipir hingga track akar yang derajat kemiringannya masya Allah dah hehhehee.. Tapi ya itu tadi, apapun jalurnya ketika melangkah dengan kedamaian semua akan terasa menyenangkan.. ^.^

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Lumut..

Salah satu ciri khas Latimojong yang membedakannya dengan gunung lain di Indonesia adalah adanya hutan lumut beraneka jenis yang indah dipandang sepanjang track diatas pos 4.  Warna hijau kekuningan segar luar biasa indah menyejukan mata. Jika pernah mengunjungi Taman Lumut di Kebun Raya Cibodas, nah hutan lumut Latimojong ini versi asli dan raksasanya. Masya Allah.. kereen banget. Kayak sofa hijau yang sejuk. Letih lelah menapaki track pendakian, serasa terhibur aneka warna lumut terhampar di kiri kanan track, dan kesejukan ketika telapak tangan menyentuh permukaanya.
11099980_10205533625053329_4221217515798764203_n

Jurang..

Kekhasan lain dari Latimojong adalah jurang yang akan ditelusuri mulai ketika naik jeep hardtop menuju Dusun Karangan, dusun terakhir sebelum track pendakian, hingga jurang yang harus dilalui dengan berpegangan akar dan ranting dahan dari pos 1 ke Pos7. Seru..^.^

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sinyal..

Satu lagi kekhasan Latimojong adalah sinyal.  Jika gunung lain akan sulit didapati sinyal telepon, di Latimojong jika beruntung akan didapati sinyal di Pos 1, Pos 4 dan di Puncak Rante Mario. Ya, di Puncak Rante Mario bisa update status, bisa kasih kabar ke seantero jagat raya bahwa kita sedang di Puncak Rante Mario hehehee.. Tapi saya sendiri prefer hp off selama nanjak Latimojong. Secara, siapa juga yang saya akan telpon.. [curhat mode on hehheee..] ^.^

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Setiap perjalanan menyisakan banyak cerita.

Tak hanya tentang track yang khas, dingin yang menggigit ataupun pemandangan malam berbintang.

Tapi lebih dari itu, perjalanan sering kali mengajarkan kita mengenal lebih dalam pada diri kita sebenarnya. Seberapa kuat tekad kita menggapai puncak, juga seberapa besar kesabaran kita menapaki beragam jalur pendakian.

Pendakian sejatinya adalah perjalanan panjang tafakur dalam diam. Senyap mengagumi keagungan karya Tuhan yang luar biasa. Allahu akbar..

“Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?” [QS.Arrahman]

***

Btw sembari menunggu jadwal pulang ke Jakarta, turun dari Latimojong, diajak kawan asli Maros ke Gugusan Karst Rammang-Rammang Maros. Pemandangan bebatuan purba yang luar biasa, diakhiri penyusuran sungai dengan mangrove di sisi kiri kanan sungai, luar biasa indahnya [lihat foto di awal artikel] ^.^

Ke Sulawesi Selatan? Harus mampir ke Gugusan Karst Rammang-Rammang Maros. Asli recommended ^.^

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

→ No CommentsTags: Artikel Umum

Perpres Nomor 13 Tahun 2015 tentang Kemristekdikti

March 5th, 2015 · No Comments

Berikut ini aturan tentang Kemristekdikti, cekidot : 
Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2015 tentang Kementrian Riset, Teknologi, dan PendidikanTinggi

→ No CommentsTags: Peraturan · Peraturan Presiden

Hasil Seleksi CPNS Formasi Umum IPB Tahun 2014

February 13th, 2015 · No Comments

Berikut ini Hasil Seleksi CPNS Formasi Umum Institut Pertanian Bogor Tahun 2014

→ No CommentsTags: Uncategorized

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 49 Tahun 2014

January 14th, 2015 · No Comments

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi

→ No CommentsTags: Peraturan Menteri

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81 Tahun 2014

January 9th, 2015 · No Comments

Permendikbud Nomor 81 Tahun 2014 Tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi dan Sertifikat Profesi Pendidikan Tinggi

→ No CommentsTags: Peraturan Menteri

Kebaikan ‘Sederhana’ Prof. Alvi

January 6th, 2015 · No Comments

Di USU

 

Siang itu seperti biasanya jalanan (tol)  ibukota padat merayap, kami berenam bergerak menuju Universitas Sumatera Utara, salah satu PTN terbaik di pulau Sumatera. Perjalanan dinas kami kali ini adalah kunjungan kerja terkait pengelolaan PTNbh yang saat ini memasuki era barunya setelah berubah dari PT BHMN, USU dan IPB termasuk dari 7 PTN awal yang menjadi PT BHMN kemudian menjadi PTNbh. Tapi tulisan ini bukan menceritakan tentang hasil kunker itu, tapi tentang pertemuan singkat saya dengan seorang profesor yang bagi saya sangat berkesan.

Namanya Prof. Dr. Alvi Syahrin, S.H., M.S., seorang profesor Hukum Pidana/Lingkungan di USU. Beliau menjabat sebagai Wakil Direktur II Sekolah Pascasarjana USU, juga sebagai Sekretaris Majelis Wali Amanat USU (2004-2009, 2009-2014). Kunjungan kerja kami sebenarnya tidak diagendakan untuk bertemu dengan beliau, tapi karena Prof. tersebut telah beberapa kali bertemu dalam pertemuan PTNbh maupun Derden Verzet USU dalam perkara susu formula, maka kami secara informal mengabari bahwa kami sedang dalam perjalanan ke USU.

Sesuai rencana semula, Rabu malam kami sampai di Medan, dan Kamis pagi kami akan bertemu salah satu Kepala Biro di USU. Kami pun telah merencanakan menyewa mobil untuk memudahkan kami dari hotel menuju USU.  Kamis pagi, saat sarapan sebelum ke USU, Prof. Alvi menelpon, selain mengajak bertemu, Prof. Alvi menawarkan untuk menjemput kami dari hotel ke USU. Tentu sungkan kami menerima tawaran tersebut, kami pun menolak secara halus, beralasan bahwa kami berenam tentu akan merepotkan, dan alasan-alasan penolakan lainnya. Tapi ternyata Prof. Alvi tetap akan menjemput kami ke hotel.

Jam telah menunjukan pukul 8.30, sebagian dari kami telah berkumpul di lobby bersiap menuju USU. Saya yang menyusul kemudian ke lobby bertemu Prof. Alvi yang ternyata telah sampai di hotel. Sungkan saya menyapa, da saya mah siapa atuh.. wajar jika beliau lupa, eh beliau menyapa “kalo dengan mbaknya kita pernah bertemu ya..”
Wah beliau ingat saya ternyata.. horee.. :) Padahal hanya beberapa kali bertemu, itu pun saya hanya mendampingi atasan. Yah, seperti kesan pertama ketika bertemu beliau beberapa tahun lalu, seorang Profesor yang sangat ramah.

Baiklah, tim kami sudah lengkap, kami berjalan menuju parkiran dimana mobil Prof. Alvi terparkir. Karena kami saja sudah berenam, saya bayangkan mungkin 2 mobil, atau supir Prof. Alvi menunggu di mobil. Dan ternyata, Prof. Alvi langsung yang menyetir mobil membawa kami ke USU. Wah.. masya Allah, diluar perkiraan saya, kirain supirnya aja yang jemput ke hotel bawa mobil beliau, atau beliau bawa supir, eh ini beliau langsung yang menjemput dan menyetir buat kami. Tersanjung, terharu, secara ya saya kan jarang sekali berinteraksi dengan Profesor, apalagi berada di belakang kemudi alias disetirin, seriusan double tersanjung deh kami.. eh saya.. :)

Pun beliau itu beralasan kenapa jemput kami karena kebetulan letak rumah beliau  dan hotel searah menuju USU. Ah Prof, sepertinya jarang ya yang mau sengaja menjemput demikian, walaupun searah. Dan ternyata kebaikan beliau tidak berhenti di situ saja. Setelah menanyakan agenda kami selama di Medan, dalam perjalanan ke USU, Prof. Alvi pun menelpon anak (atau kerabatnya) untuk mengantarkan kami selama di Medan. Luar biasa baik ya Prof ini :)

Selain kebaikan pagi itu, ketika kami mampir ke kantor Prof. Alvi untuk pamitan, dalam waktu yang singkat yang ada beliau sempat bercerita bagaimana kiprah beliau sebagai Wakil Direktur II di Sekolah Pascasarjana USU. Dari cerita singkat itu pun kami belajar bahwa dalam melakukan perubahan itu pasti menimbulkan ekses, tapi teruslah bergerak mewujudkan perubahan menjadikan organisasi yang jauh lebih baik, buktikan bahwa di tangan kita, organisasi itu menjadi jauh lebih baik.

Jadi ya, kalo ada peribahasa padi semakin berisi semakin merunduk, itulah gambaran Prof. Alvi bagi saya.  Gelar akademiknya sebagai seorang Profesor tidak membuatnya segan untuk melakukan kebaikan ‘sederhana’ seperti menjemput dan menyetiri kami. May Allah always bless you, Sir.

Eh trus ya, pertemuan singkat itu juga membuat saya berkaca, sudahkah saya sebaik beliau? Jika saya sangat ‘tersanjung’ dengan kebaikan beliau, tentu orang lain pun akan merasakan hal yang sama jika saya melakukan hal serupa.

Jadi ya itulah sejumput cerita saya saat ke USU, tentang kebaikan-kebaikan ‘sederhana’ yang sangat berkesan buat saya :) Semoga saya bisa belajar dari kebaikan beliau tersebut. cmiiw.

_
Keterangan foto :
Saya terlalu sungkan untuk meminta foto bersama beliau, jadi fotonya di depan ikon USU aja :) [sstt… ini mah ngeles.com.. padahal mah mo anarkis.. eh narsis..  hhehehhee.. :D]

→ No CommentsTags: Artikel Umum · Uncategorized

Permendikbud 49 Tahun 2014 : Standar Nasional Pendidikan Tinggi

November 28th, 2014 · No Comments

Pendidikan tinggi sebagaimana disebutkan dalam UU Dikti merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan iptek. Termasuk dalam hal ini, perannya dalam mempersiapkan bangsa ini dalam menghadapi era globalisasi, lebih spesifik MEA pada akhir 2015.

Dengan demikian pentingnya peran pendidikan tinggi tersebut, diperlukan standar yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, dalam hal kegiatan pendidikan, kegiatan penelitian maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat, baik yang diselenggarakan oleh PTN Badan Hukum, PTN, maupun oleh PTS.

Terkait hal tersebut, pada tanggal 9 Juni 2014, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Dengan telah ditetapkannya peraturan menteri tersebut, maka setiap penyelenggaraan pendidikan tinggi baik pada PTNBH, PTN mauapun PTS harus memenuhi standar tersebut paling lambat dalam jangka waktu 2 (dua) tahun sejak ditetapkan.

→ No CommentsTags: Peraturan Menteri