Endang Yuni Purwanti – Blog

Kebaikan ‘Sederhana’ Prof. Alvi

January 6th, 2015 · No Comments

Di USU

 

Siang itu seperti biasanya jalanan (tol)  ibukota padat merayap, kami berenam bergerak menuju Universitas Sumatera Utara, salah satu PTN terbaik di pulau Sumatera. Perjalanan dinas kami kali ini adalah kunjungan kerja terkait pengelolaan PTNbh yang saat ini memasuki era barunya setelah berubah dari PT BHMN, USU dan IPB termasuk dari 7 PTN awal yang menjadi PT BHMN kemudian menjadi PTNbh. Tapi tulisan ini bukan menceritakan tentang hasil kunker itu, tapi tentang pertemuan singkat saya dengan seorang profesor yang bagi saya sangat berkesan.

Namanya Prof. Dr. Alvi Syahrin, S.H., M.S., seorang profesor Hukum Pidana/Lingkungan di USU. Beliau menjabat sebagai Wakil Direktur II Sekolah Pascasarjana USU, juga sebagai Sekretaris Majelis Wali Amanat USU (2004-2009, 2009-2014). Kunjungan kerja kami sebenarnya tidak diagendakan untuk bertemu dengan beliau, tapi karena Prof. tersebut telah beberapa kali bertemu dalam pertemuan PTNbh maupun Derden Verzet USU dalam perkara susu formula, maka kami secara informal mengabari bahwa kami sedang dalam perjalanan ke USU.

Sesuai rencana semula, Rabu malam kami sampai di Medan, dan Kamis pagi kami akan bertemu salah satu Kepala Biro di USU. Kami pun telah merencanakan menyewa mobil untuk memudahkan kami dari hotel menuju USU.  Kamis pagi, saat sarapan sebelum ke USU, Prof. Alvi menelpon, selain mengajak bertemu, Prof. Alvi menawarkan untuk menjemput kami dari hotel ke USU. Tentu sungkan kami menerima tawaran tersebut, kami pun menolak secara halus, beralasan bahwa kami berenam tentu akan merepotkan, dan alasan-alasan penolakan lainnya. Tapi ternyata Prof. Alvi tetap akan menjemput kami ke hotel.

Jam telah menunjukan pukul 8.30, sebagian dari kami telah berkumpul di lobby bersiap menuju USU. Saya yang menyusul kemudian ke lobby bertemu Prof. Alvi yang ternyata telah sampai di hotel. Sungkan saya menyapa, da saya mah siapa atuh.. wajar jika beliau lupa, eh beliau menyapa “kalo dengan mbaknya kita pernah bertemu ya..”
Wah beliau ingat saya ternyata.. horee.. :) Padahal hanya beberapa kali bertemu, itu pun saya hanya mendampingi atasan. Yah, seperti kesan pertama ketika bertemu beliau beberapa tahun lalu, seorang Profesor yang sangat ramah.

Baiklah, tim kami sudah lengkap, kami berjalan menuju parkiran dimana mobil Prof. Alvi terparkir. Karena kami saja sudah berenam, saya bayangkan mungkin 2 mobil, atau supir Prof. Alvi menunggu di mobil. Dan ternyata, Prof. Alvi langsung yang menyetir mobil membawa kami ke USU. Wah.. masya Allah, diluar perkiraan saya, kirain supirnya aja yang jemput ke hotel bawa mobil beliau, atau beliau bawa supir, eh ini beliau langsung yang menjemput dan menyetir buat kami. Tersanjung, terharu, secara ya saya kan jarang sekali berinteraksi dengan Profesor, apalagi berada di belakang kemudi alias disetirin, seriusan double tersanjung deh kami.. eh saya.. :)

Pun beliau itu beralasan kenapa jemput kami karena kebetulan letak rumah beliau  dan hotel searah menuju USU. Ah Prof, sepertinya jarang ya yang mau sengaja menjemput demikian, walaupun searah. Dan ternyata kebaikan beliau tidak berhenti di situ saja. Setelah menanyakan agenda kami selama di Medan, dalam perjalanan ke USU, Prof. Alvi pun menelpon anak (atau kerabatnya) untuk mengantarkan kami selama di Medan. Luar biasa baik ya Prof ini :)

Selain kebaikan pagi itu, ketika kami mampir ke kantor Prof. Alvi untuk pamitan, dalam waktu yang singkat yang ada beliau sempat bercerita bagaimana kiprah beliau sebagai Wakil Direktur II di Sekolah Pascasarjana USU. Dari cerita singkat itu pun kami belajar bahwa dalam melakukan perubahan itu pasti menimbulkan ekses, tapi teruslah bergerak mewujudkan perubahan menjadikan organisasi yang jauh lebih baik, buktikan bahwa di tangan kita, organisasi itu menjadi jauh lebih baik.

Jadi ya, kalo ada peribahasa padi semakin berisi semakin merunduk, itulah gambaran Prof. Alvi bagi saya.  Gelar akademiknya sebagai seorang Profesor tidak membuatnya segan untuk melakukan kebaikan ‘sederhana’ seperti menjemput dan menyetiri kami. May Allah always bless you, Sir.

Eh trus ya, pertemuan singkat itu juga membuat saya berkaca, sudahkah saya sebaik beliau? Jika saya sangat ‘tersanjung’ dengan kebaikan beliau, tentu orang lain pun akan merasakan hal yang sama jika saya melakukan hal serupa.

Jadi ya itulah sejumput cerita saya saat ke USU, tentang kebaikan-kebaikan ‘sederhana’ yang sangat berkesan buat saya :) Semoga saya bisa belajar dari kebaikan beliau tersebut. cmiiw.

_
Keterangan foto :
Saya terlalu sungkan untuk meminta foto bersama beliau, jadi fotonya di depan ikon USU aja :) [sstt… ini mah ngeles.com.. padahal mah mo anarkis.. eh narsis..  hhehehhee.. :D]

Tags: Artikel Umum · Uncategorized