Endang Yuni Purwanti – Blog

Entries Tagged as 'Artikel Umum'

Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Tahun 2013

April 8th, 2013 · No Comments

Sesuai dengan Surat Edaran Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 0853/E5.4/HP/2013 tertanggal 1 April 2013, bahwa Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dalam tahun 2013 akan menyelenggarakan pelatihan penulisan artikel ilmiah.

Adapun kategori artikel yang dapat diajukan adalah sebagai berikut :

  1. Penulisan Artikel berdasarkan Tesis dan Disertasi Pascasarjana yang dinyatakan lulus sesudah tanggal 1 Januari 2011.
  2. Penulisan Artikel berdasarkan Hasil Penelitian Hibah Penelitian Ditjen Dikti yang penelitiannya diselesaikan sesudah tanggal 1 Januari 2011.
  3. Penulisan Artikel berdasarkan Skim Penelitian lain.

Untuk tiap-tiap kategori dibedakan dalam artikel, untuk berkala internasional (harus dalam Bahasa Inggris) dan untuk berkala nasional terakreditasi (dalam Bahasa Indonesia).

Perlu diinformasikan bahwa tahun 2013 ini Ditlitabmas Ditjen Dikti tidak menanggung biaya perjalanan peserta pelatihan penulisan artikel ilmiah.

Lokasi pelatihan penulisan artikel ilmiah nasional direncanakan dilaksanakan di Semarang, Mataram, Jakarta, Padang, Batam, Balikpapan, Malang, Bandung, Surakarta, Surabaya, serta lokasi pelatihan penulisan artikel ilmiah internasional direncanakan dilaksanakan di Surabaya dan Bogor (sewaktu-waktu dapat berubah disesuaikan dengan proposal yang masuk).

Program pelatihan penulisan artikel ilmiah ini dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan kemampuan para dosen/peneliti perguruan tinggi dalam menulis artikel ilmiah yang memenuhi standar baku yang seharusnya dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Peserta adalah Dosen Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
  2. Peserta belum pernah mengikuti kegiatan sejenis dari Ditjen Dikti dan bukan Profesor;
  3. Peserta telah menyiapkan naskah hasil penelitian dalam bentuk artikel ilmiah baik sendiri maupun kelompok untuk diterbitkan dalam berkala ilmiah;
  4. Naskah tersebut disiapkan sesuai dengan petunjuk penulisan artikel (gaya selingkung) berkala nasional terakreditasi dan berkala internasional yang dituju;
  5. Menuliskan nama berkala yang dituju dan melampirkan petunjuk pada penulis/guide for authors berkala yang bersangkutan;
  6. Bagi peserta yang naskahnya berasal dari Tesis dan Disertasi maka Tesis dan Disertasi harus dibawa pada saat pelatihan apabila telah lolos seleksi;
  7. Pelamar harus melampirkan surat pernyataan dan biodata dengan format terlampir;
  8. Pelamar harus menyertakan data isian (softcopy) menggunakan compact disk dengan format yang dapat diunduh dari website http://dikti.go.id;
  9. Seluruh berkas usulan diketik menggunakan kertas ukuran A4 (21 x 29,7 cm) dan dijilid dengan sampul warna biru;
  10. Lamaran yang tidak memenuhi ketentuan 1 sampai 9 tidak akan dipertimbangkan untuk diseleksi lebih lanjut;
  11. Peserta yang lolos seleksi akan dikirimi surat undangan dari Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Pendidikan Tinggi.
  12. Naskah yang sudah masuk menjadi milik Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Dikti dan tidak dapat diambil kembali.

Berkas lamaran pelatihan penulisan artikel ilmiah yang diusulkan dibuat rangkap 2 (dua) untuk dipertimbangkan keikutsertaannya dalam program ini harus sudah diterima selambat-lambatnya 26 April 2013 pukul 16.00 WIB. dengan alamat:

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat,
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Gedung D Ditjen DIKTI Lt. 4
Jl. Pintu Satu, Senayan, Jakarta 10270
Telp.(021) 57946100 ext. 0434, 0431, 0430; Faks. (021) 5731846

 Surat-Edaran-Pelatihan-Penulisan-Artikel-tahun-2013(1)
Format Isian Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Nasional dan Internasional.xls

Sumber informasi : http://bit.ly/ZIqi60

 

Tags: Artikel Umum

Sekolah Orang Tua untuk Membangun Generasi Peradaban, ikut yuk ^.^

April 3rd, 2013 · No Comments

sekolah-orang-tua---banner

 

 KERJASAMA KUTTAB AL-FATIH DEPOK dan PARENTING NABAWIYAH

Pada hakikatnya dunia pendidikan adalah dunianya orang tua. Merekalah yang bertanggung jawab penuh untuk mendidik anak-anak hingga menjadi generasi yang membanggakan kelak. Namun sistem kehidupan hari ini seolah memaksa para orang tua untuk menitipkan anak-anak mereka di sekolah yang dianggap baik karena berbagai alasan. Sebuah alasan yang paling klise adalah KESIBUKAN. Bukan kami melarang para orang tua untuk sibuk. Namun kesibukan tidak boleh menghilangkan waktu dan perhatian untuk anak-anak mereka.

Pola pendidikan santri di Kuttab AL-FATIH adalah membantu para orang tua mendidik anak secara Islami, dengan panduan kurikulum berupa Iman dan Quran. Dengan ini diharapkan akan kembali generasi peradaban Islam yang penuh ‘izzah. Namun karena keterbatasan tempat dan SDM pendidik yang belum mampu mengimbangi besarnya permintaan orang tua untuk memasukkan anaknya di Kuttab AL-FATIH. Maka kami, membuat Sekolah Orang Tua yang tujuan umumnya adalah memberikan bimbingan kepada para orang tua agar dapat mendidik anak-anak mereka sesuai tuntunan Nabi Muhammad Shollallaahu ‘alaihi wa sallam. Tujuan khusus program ini adalah mempersiapkan para orang tua yang akan memasukkan anak-anaknya ke Kuttab AL-FATIH ditahun Ajaran 2014-2015.

Materi Belajar:
Bagaimana Mendidik Anak Kita di Usia 0-5 tahun
– Pembelajaran Penanaman Tauhid pada Anak
– Membangun Keteladanan pada Orang Tua
– Pembelajaran Masa Hamil dan Melahirkan
– Pembelajaran Masa Menyusui
– Pembelajaran Kebiasaan Baik sesuai Sunnah
– Pembelajaran Hukum Halal Haram pada Anak
– Finansial Islam dalam Keluarga
– Mengajarkan AlQur’anpada anak 0-5 tahun
– Berkisah dan Nasyid, Persiapan Calistung, dll)

Pengajar:
Ustadz Budi Ashari, Lc
Ustadz Herfi G. Faizi, Lc
Ustadz Rofiq, Lc
Ustadzah Alfi Zulhidayati
Ustadzah Poppy Yuditya, MBA
dan Tim Pendidik Kuttab Al-Fatih

Waktu Belajar                   : Setiap bulan, sabtu pekan 2 atau 3 Jam 7.30 – 12.00

Jumlah Mata Pelajaran  : 24 Sesi @ 2 jam

Biaya Kuliah                     : 1 Dinar selama program

Fasilitas                             : Sarapan pagi/Snack, Modul Belajar, ATK, Sertifikat

Mulai Belajar                   :  Sabtu 13 April 2013

Jumlah Peserta               : Minimal 30 orang

Penanggung Jawab         : Ust. Arief (0813 8628 7977)

Info lebih lanjut kunjungi  www.parentingnabawiyah.com ^.^

Tags: Artikel Umum

Antara Taj Mahal & Bilik Humairo’

April 3rd, 2013 · No Comments

taj mahal 2

Taj Mahal (Monumen Arjumand Begum), tentu sebagian besar dari kita tahu Taj Mahal, bahkan mungkin pernah melihat gambarnya (minimal di TV or internet). Sedangkan bilik Humairo, saya yakin tak banyak dari kita yang pernah melihat gambaran asli seperti apa rumah yang ditinggali Rasulullah Muhammad SAW dan Aisyah r.a. Berikut ini tulisan tentang cinta sepasang kekasih dibalik Taj Mahal dan Bilik Humairo. Silakan disimak ^.^

***

Arjumand Begum dan Humairo’. Ini dua nama yang berbeda dan hidup di abad yang juga berbeda. Mereka terpaut sekitar 1000 tahun. Tetapi keduanya memiliki kesamaan.

Keduanya sama-sama wanita. Keduanya mendampingi orang besar dalam sejarah. Arjumand Begum istri dari Shah Jehan (raja di Dinasti Mogul, India) dan Humairo’ adalah Aisyah radhiallahu anha. Ya, istri Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam(pasti, Rasulullah lebih besar dari Shah Jehan). Bahkan keduanya sama-sama istri ketiga (menurut sebagian ulama’, Aisyah adalah istri ketiga setelah Khadijah dan Saudah radhiallahu anhuma).

Nah, judul di atas sudah bisa dipahami kan…Taj Mahal dan Bilik Humairo’. Ada apa dengan keduanya. Dan pelajaran apa yang bisa kita ambil untuk keluarga kita.

Begini…

Dunia sangat mengenal bangunan yang dianggap sebagai salah satu situs warisan dunia yang ditetapkan oleh UNESCO. Gedung megah menjulang yang menjadi salah satu tujuan wisata di India. Taj Mahal, namanya.

Taj Mahal diyakini sebagai monumen cinta. Lambang cinta sejati. Dari Shah Jehan untuk Mumtaz Mahal alias Arjumand Begum.

Bukti cinta Shah Jehan diabadikan dengan bangunan megah yang masih kokoh berdiri hingga hari ini. Disebutkan bahwa monumen cinta itu dibangun selama 22 tahun (1631 – 1653 M). 20.000 pekerja dilibatkan untuk membangunnya.

Begitulah cinta. Bahkan ketika Shah Jehan meninggal, ia dimakamkan di samping istrinya. Kisah cinta yang syahdu dan mahal.

Sementara bilik Aisyah, As Samhudi menyebutkan ukuran bilik Aisyah radhiallahu anha:

Panjangnya dari timur ke barat arah Kiblat adalah 10 lebih dua pertiga Dziro’ (4,8 M), arah Syam sepanjang 10 Dziro’ lebih seperempat dan seperenam Dziro’ (4,69 M). Lebarnya dari utara ke selatan arah timur dan barat adalah 7 Dziro’ lebih setengah dan seperdepalan Dziro’ (3,43 M).

Nabi membangunnya dari bata dan batang Pohon Kurma. Ada di samping masjid.

Itulah keseluruhan rumah wanita mulia ini. Bersama sang suami, manusia paling mulia di muka bumi; Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Melihat ukurannya, lebih layak di sebut bilik daripada rumah.

Dan hari ini masih bisa kita lihat ukurannya walaupun sudah dipugar. UNESCO jelas tidak berminat untuk mengabadikannya. Karena hanya bilik. Berbeda dengan Taj Mahal.

Tapi bilik ini menyimpan berbagai nilai agung sebuah rumah tangga. Andai kita bisa memahami ‘suara’ dindingnya, kita akan mendengarkan kisah cinta terindah sepasang anak manusia. Ia menjadi saksi kebersamaan 10 tahun itu. Dan benar hanya kematian yang memisahkan SEMENTARA cinta keduanya. Sebelum cinta itu kembali disatukan dalam damai dan bahagia yang sesungguhnya dan abadi di surga nanti.

Dinding menjadi saksi akan senyum manis penyambut kedatangan. Ia menjadi saksi akan bincang malam penuh kasih. Ia menjadi saksi akan cengkerama hingga di kamar mandi. Ia menjadi saksi akan kecemburuan penghangat suasana. Ia menjadi saksi akan kecupan ringan sebelum ke masjid.

Dan ternyata kisah bilik Aisyah lebih kita kenali dan lebih abadi.

Bilik Aisyah bukan monumen Arjumand…

Bilik Aisyah mengajari kita akan cinta yang sederhana. Tak perlu monumen untuk menumbuhkannya.Tak perlu monumen untuk menyegarkannya. Tak perlu mahal untuk mengabadikannya.

Hanya perlu sebuah bilik penuh cinta.

the prophet house

* Sumber : www.parentingnabawiyah.com dengan judul asli “Antara Monumen Arjumand Begum dan Bilik Humairo’” dengan sedikit (benget) perubahan redaksi ^.^

***

btw entah kenapa, beberapa kali posting di blog temanya tentang cinta, padahal sekarang lagi sukanya naik turun gunung. Aneh, apa hubungannya, bagaimana ini bisa terjadi seperti ini. Ah ra mudeng… wes lah ^.^

 

Tags: Artikel Umum

Nutrisi Cinta.. ^.^

March 28th, 2013 · No Comments

Nutrisi Cinta

Sungguh, belajar cinta dari Nabi adalah sebuah kemuliaan. Cinta yang agung. Tapi cinta yang sederhana. Sederhana dalam cara mengabadikannya. Tak mesti berbiaya mahal.

Makan bersama suami istri adalah salah satu resep sederhana cinta nabawiyah. Untuk menyirami cinta. Makan bersama antara suami istri jangan hanya sebuah formalitas kaku yang kering tanpa rasa. Tak hanya rutinitas yang membosankan dan membebani.

Dengarlah kenangan Ummul Mu’minin Aisyah radhiallahu anha tentang cinta yang tersirami dengan hal yang terlihat sepele dalam aktifitas makan,

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: «كُنْتُ أَشْرَبُ وَأَنَا حَائِضٌ، ثُمَّ أُنَاوِلُهُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَضَعُ فَاهُ عَلَى مَوْضِعِ فِيَّ، فَيَشْرَبُ

Dari Aisyah berkata: Aku minum dalam keadaan haidh. Kemudian aku berikan ke Nabishallallahu alaihi wasallam, beliau meletakkan mulutnya di bekas mulutku. Dan beliau minum. (HR. Muslim)

Minum segelas berdua. Tak hanya indah dalam senandung. Tapi istimewa jika dilakukan dengan hati. Mungkin hanya bibir suami yang menyentuh gelas bekas sentuhan bibir istri. Tapi pemandangan itu direkam dengan sangat baik oleh istri. Jika suami memberikan hatinya saat melakukan itu. Nabi pasti sengaja melakukan itu di hadapan istrinya. Dan sangat dahsyat, Aisyah mengenangnya sebagai sentuhan jiwanya.

Kisah Aisyah inipun memberi pelajaran bahwa tak harus suami yang meminum terlebih dahulu. Aisyah meminumnya terlebih dahulu, kemudian disodorkan oleh Aisyah kepada Nabi. Ini bukan masalah sopan santun yang kaku. Tetapi ini majlis cinta.

Kalau itu pelajaran tentang minum. Kini Rasulullah perlu untuk mengajari sepasang suami istri dalam hal makan.

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَوْ تَعْلَمُ الْمَرْأَةُ حَقَّ الزَّوْجِ مَا قَعَدَتْ مَا حَضَرَ غَدَاءَهُ، وَعَشَاءَهُ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْهُ»

Dari Muadz bin Jabal radhiallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallambersabda,

“Andai seorang wanita tahu hak suami, ia tidak akan duduk saat hadir makanan siangnya(suami) dan malamnya hingga ia selesai darinya.” (HR. Thabrani, Al Bazzar dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir wa Ziyadatuhu)

Hadits ini mengajarkan dua hal:

a. Istri melayani makan suami

Bisa jadi, di rumah itu ada pembantu. Dan bisa jadi sekali waktu pembantu yang memasak makanan di rumah. Tetapi saat telah tersedia di meja makan, seharusnya istri tampil sebagai pelayan tunggal bagi suaminya yang telah siap menyantap makanan.

Bisa jadi juga, di tengah sedang menikmati makanan, suami memerlukan sesuatu. Ketika suami minta kepada istrinya untuk mengambilkannya, maka jadikan ini sebagai nilai pelayanan yang akan menyuburkan cinta suami dan kebanggaannya. Hati-hati dengan diamnya suami yang menyaksikan istri yang selalu berteriak kepada pembantunya untuk mengambilkan permintaan suami. Karena bahkan dalam hadits ini, Nabi membahasakan posisi istri yang bersiap siaga berdiri hingga suami selesai makan. Walaupun istri tak mesti harus berdiri, karena istri-istri Nabi pun duduk bersama Nabi untuk makan bersama. Tetapi itu kalimat penguatan yang menunjukkan bahwa istri harus siap siaga, kapan pun suami memerlukan sesuatu di tengah aktifitas makan, maka istri bergerak dengan penuh cinta. Agar cinta itu berpadu cinta.

b. Istri menemani makan suami

Walaupun mungkin istri tidak lapar, bahkan tidak ingin makan. Tapi dampingilah suami saat makannya. Lakukan sunnah Nabi ini dan rasakan kasih sayang suami yang terus tumbuh hingga menyentuh langit doa.

Hadits yang ketiga ini juga bicara tentang makan. Walaupun sebenarnya Nabi tidak bicara secara khusus tentang bab suami istri, tetapi menjelaskan tentang semua amal kebaikan akan mendapatkan balasan kebaikan juga.

وَإِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً إِلَّا أُجِرْتَ عَلَيْهَا، حَتَّى اللُّقْمَةَ تَرْفَعُهَا إِلَى فِي امْرَأَتِكَ

“Sesungguhnya tidaklah kamu menafkahkan sesuatu kecuali kamu akan diberi pahala atasnya, hingga sesuap yang kau suapkan ke mulut istrimu.” (HR. Bukhari, dari jalan Saad bin Abi Waqqas)

Ya, Rasulullah dengan jelas mengajarkan suap-suapan antara suami dan istri. Sayangnya, suap-suapan di budaya kita hanya dilakukan saat di pelaminan. Itupun hanya sebuah ritual budaya belaka. Tanpa hati.

Kalau urusan suap-suapan yang terlihat sepele, harus dibahas oleh Rasulullah maka pasti tidak sepele. Jelas tidak sederhana. Dan harus dibahas. Kalau itu tak hanya menyuapkan nutrisi untuk kesehatan fisik. Tetapi suapan cinta. Nutrisi cinta. Untuk kesehatan cinta kita berdua.

Dari tiga hadits tersebut kita bisa ambil 3 pelajaran mahal.

a. Minum segelas berdua. Dan tentu makan sepiring berdua

b. Istri melayani dan mendampingi suami makan

c. Suami menyuapi istri.

Dan silakan jika sekali waktu istri menyuapi suami (lihat tulisan: Teruslah berkarya, aku yang menyuapimu)

***

Mungkin hanya segelas air. Tapi menyirami cinta agar segar kembali.

Mungkin hanya seteguk air. Tetapi menghilangkan dahaga rindu.

Mungkin hanya sesuap kue di mulut istri. Tetapi itu adalah suapan cinta.

Nutrisi cinta.

***

–  So sweet yak … ^.^ –

 

Sumber tulisan : www.parentingnabawiyah.com

Sumber gambar : www.toonsmag.com

 

Tags: Artikel Umum

Mix & Match [dalam] Cinta Tanpa Definisi

February 12th, 2013 · No Comments

Mix & Match

Kecocokan jiwa memang tak selalu sama rumusnya,

Ada dua sungai besar yang bertemu dan bermuara di laut yang satu,  itu kesamaan..

Ada panas dan dingin bertemu untuk mencapai kehangatan, itu keseimbangan…

Ada hujan lebat berjumpa tanah subur,lalu menumbuhkan taman,   itu kegenapan..

Tapi satu hal tetap sama
mereka cocok karena bersama bertasbih memuja Allah
seperti segala sesuatu yg ada dilangit dan dibumi, ruku’ pada keagungan Nya..

[Salim A Fillah]

Gambar dari www.gieswildan.blogspot.com

.–.   .   –   .-.   ..  –..

Cinta Tanpa Definisi

Seperti angin membadai,

kau tak melihatnya,

tapi kau merasakannya…

 ::

Merasakan kerjanya,

saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun.

atau merangsang amuk gelombang di laut lepas.

atau meluluhlantakkan bagunan-bangunan angkuh

di pusat kota mteropolitan.

 ::

Begitulah cinta.

Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda.

Tak terlihat.

Hanya terasa.

Tetapi dahsyat!!!

 ::

Seperti banjir yang menderas.

Kau tak kuasa mencegahnya.

Kau hanya ternganga ketika ia meluapi sungai-sungai,

menjamah seluruh permukaan bumi,

menyeret semua benda angkuh yang bertahan di hadapannya.

 ::

Dalam sekejap, ia menguasai bumi

dan merengkuhnya dalam kelembutannya.

Setelah itu, ia kembali tenang:

seperti seekor harimau kenyang yang terlelap tenang.

 ::

Demikianlah cinta.

Ia ditakdirkan jadi makna paling santun.

Yang menyimpan kekuatan besar.

[Anis Matta]

-.   -..   .-   -.  -.-

 

Tags: Artikel Umum

Ayo Berperan Serta Dalam Uji Publik Pengembangan Kurikulum 2013

December 5th, 2012 · No Comments

Kurikulum. Apa yang pertama kali terpikirkan ketika disebut kata kurikulum? Mungkin pelajar, mungkin sekolah, mungkin buku pelajaran, satu hal yang pertama terpikirkan oleh saya adalah perubahan. Kenapa perubahan, karena saat ini Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang mengadakan Uji Publik Pengembangan Kurikulum 2013. Artinya, kurikulum di Indonesia sedang dilakukan perubahan, dalam hal ini kata yang digunakan adalah “pengembangan”.

Ngomong-ngomong tentang pengembangan, kok jadi inget kue bolu ya (Jiaaahhh jauh banget padahal kan ya…). Jika kita buat kue bolu, kue dinilai berhasil berkembang ketika setelah selesai proses pemanggangan, ukuran kue berubah ke ukuran yang sesuai kita harapkan (yang pernah bikin kue pasti kebayang kan.. ) Nah, begitu pun dengan pengembangan kurikulum, kurikulum dianggap berhasil berkembang ketika setelah kurikulum diterapkan berhasil mencapai keluaran sesuai yang diharapkan.

Tapi tentu saja buat kue bolu dan kurikulum  jauh berbeda. Dalam kasus buat kue bolu, jika kue bolu gagal berkembang dan tidak enak, dengan gampangnya bisa kita buang dan pergi ke toko kue beli bolu yang sudah jadi dan dijamin enak.  Tentu hal yang sama tidak bisa kita lakukan dalam hal pengembangan kurikulum, kegagalan berkembang akan berefek sangat besar, dan tidak semudah itu juga mencari solusinya, karena kurikulum itu menyangkut kualitas sumberdaya manusia yang  kelak akan mengelola masa depan.

Apa jadinya jika kurikulum yang digunakan tidak sejalan dengan perkembangan jaman. Ibarat gadget dengan usernya, mau sebagus apapun gadgetnya jika penggunanya tidak bisa menggunakan berbagai fitur canggih didalamnya, ya kecanggihan gadget tersebut tidak memiliki nilai tambah. Seperti itulah ketika berbagai peluang hadir di masa depan, tetapi kualitas sumberdaya manusia yang rendah tidak bisa memanfaatkan kesempatan emas tersebut.

Mengantisipasi hal tersebut, salah satu hal yang dilakukan adalah pengembangan kurikulum. Sebagaimana dijelaskan dalam pengantarnya, disebutkan bahwa Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan bagian dari strategi meningkatkan capaian pendidikan yang berorientasi pada terjadinya peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap (attitude), keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge).

Sejumlah hal yang menjadi alasan pengembangan Kurikulum 2013, antara lain adanya perubahan proses pembelajaran dan proses penilaian memerlukan penambahan jam pelajaran, kecenderungan banyak negara menambah jam pelajaran, dan jam pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat. Jika disimak alasan-alasan tersebut, lebih pada sisi kuantitas, yaitu jam pelajaran di Indonesia dianggap kurang. Padahal menurut saya, peningkatan kuantitas dan peningkatan kualitas tak selalu berbanding lurus. Penambahan kuantitas jam pelajaran jika tak diiringi perbaikan kualitas proses dalam jam pelajaran tentu tidak akan meningkatkan mutu hasil sesuai yang diharapkan.

Alasan lain dilakukan pengembangan Kurikulum 2013 adalah sejumlah permasalahan yang ditemui dalam penerapan Kurikulum 2006 dan tantangan masa depan yang memerlukan kompetensi khusus, fenomena sosial yang terjadi di kalangan pelajar, dan persepsi publik yang menilai pendidikan selama ini terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif, beban siswa yang terlalu berat, dan kurang bermuatan karakter.

Semua alasan dan faktor-faktor diatas, bermuara pada satu hal : kurikulum harus dikembangkan. Jika selama ini kita sering mendengar berbagai komentar tentang kurikulum, misalkan : kurikulum kok ganti-ganti, kurikulum sekarang susah, dan lain sebagainya, dan kita hanya bisa mendengar ataupun berkomentar serupa, saat ini Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang mengadakan Uji Publik Pengembangan Kurikulum 2013. Berbagai aspek dalam Rancangan Kurikulum 2013 dapat ditanggapi. Nah, ini saatnya kita mengkritisi, memberi saran dan masukan terbaik untuk pengembangan kurikulum tersebut. Uji publik ini dilaksanakan hingga tanggal 24 Desember 2012. Jadi ayo ikut berpartisipasi, silakan klik  http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id  atau jika ada hal-hal yang ingin disampaikan lebih lanjut bisa melalui email: ujipublik.kurikulum@kemdikbud.go.id

Ayo kita berperan serta dalam Pengembangan Kurikulum 2013. Majulah Pendidikan Indonesia!!!

 

 

Tags: Artikel Umum

Manusia Mulia (1) : ‘Sang Panitia Lain’

August 13th, 2012 · No Comments

Siang itu di pelataran Kampus Universitas Padjajaran Dipati Ukur, saya antri menunggu giliran menyerahkan formulir dan dokumen yang harus diserahkan kepada panitia yang sudah menunggu di balik meja pendaftaran. Ya, siang itu saya bermaksud mendaftarkan diri untuk ikut UMPTN Tahun 2002/2003, dan untuk wilayah Bandung pendaftaran dilakukan di Kampus Unpad tersebut.

Menit demi menit telah terlalui, saya masih antri menunggu giliran saya menyerahkan formulir.  Sebagian peserta yang lain telah meninggalkan lokasi pendaftaran dan memutuskan untuk menyerahkan formulir setelah jam istirahat. Setelah menunggu sekian lama, hampir pukul 12, tibalah giliran saya menyerahkan formulir pendaftaran saya. Ternyata tinggal saya seorang yang masih antri. Senangnya saya bisa segera melakukan pendaftaran sebelum jam istirahat tiba. Saya pun segera beranjak ke meja panitia.

Namun sayang, saat formulir dan berkas untuk pendaftaran saya sodorkan, seorang panitia dengan tegas mengatakan saat itu sudah masuk jam istirahat dan saya harus menunggu istirahat selesai, satu jam kemudian.  Padahal saat itu tinggal saya seorang. Sepertinya tidak memakan waktu lama untuk melayani seorang peserta. Tapi apa daya, saya hanya seorang peserta pendaftaran dan tak mungkin ngeyel minta dilayani saat itu. Yah, saya harus menunggu satu jam,  saya juga tidak bisa beranjak untuk istirahat karena jika saya beranjak dari lokasi pendaftaran, maka saya harus memulai antrian baru setelah jam istirahat.

Dengan berat hati dan kecewa, formulir pendaftaran dan berkas dokumen yang ditolak itu pun sudah hampir saya masukan kembali ke dalam tas dan saya akan beranjak duduk kembali di bangku antrian, ketika seorang panitia lain bertanya, “Ada apa dengan mbaknya? Kenapa ga jadi daftar?”  Lalu terjadi dialog pendek antara panitia yang menolak melayani saat itu dengan ‘panitia lain’ itu.  Saya yang sudah pasrah tidak menyangka bahwa dengan ringan hati  sang ‘panitia lain’ itu menawarkan diri untuk melayani pendaftaran saya. Dan benar saja, tidak memakan waktu lama, hanya sekitar 5 menit saja, dan proses pelayanan pendaftaran saya selesai.

***

Kejadian diatas mungkin sangat ‘remeh’ tapi entah bagaimana kejadian tersebut sangat terkenang bagi saya.  Kejadian itu hanya fragmen sederhana bagaimana orang lain- yang nama dan wajahnya saja saya sudah lupa- dengan sukarela mau mengulurkan tangannya membantu saya -yang juga tidak dikenalnya-.

Betapa indah ya hidup ini ketika kita saling membantu memudahkan urusan orang lain seperti fragmen diatas. Bukan pada hal-hal besar yang perlu pengorbanan besar, tapi pada hal-hal sederhana yang sangat sering kesempatan  membantu orang lain itu menghampiri kita.

Alhamdulillah, saya lulus UMPTN tahun tersebut dan menjadi salah satu mahasiswa FH UGM, salah satu ikhtiarnya adalah karena kebaikan bantuan ‘panitia lain’ tersebut.  Tak ada materi yang saya berikan, hanya selaksa doa untuknya, moga Allah memudahkan urusan ‘panitia lain’ itu, memberinya keberkahan hidup, meluaskan rezekinya dan memudahkan keluarganya untuk meraih pendidikan tinggi yang lebih baik dari saya.  Aamiin.

# Sesungguhnya  Allah  akan memudahkan urusan orang yang memudahkan urusan orang lain.

Tags: Artikel Umum